Feed on
Posts
comments

- SOMBONG ROHANI (2) -

Pada suatu hari sebuah gereja membuka lowongan penerimaan pendeta baru. Banyak surat lamaran masuk kepada majelis gereja tersebut. Rapat majelis pun berjalan ketat menyeleksi surat satu demi satu. Mereka saling beradu argumentasi tentang siapa yang pantas untuk dimasukkan dalam daftar calon pendeta.

Salah satu anggota majelis berdiri dan membuka sebuah surat yang menurut dia cukup menarik. Dia berdehem keras untuk mengambil perhatian rapat “ehem, maaf, tapi saya rasa surat ini cukup menarik dan akan saya bacakan”.

Salam dalam kasih YESUS saudara-saudaraku.

Saya mendengar bahwa gereja saudara membutuhkan seorang pendeta, saya pun memberanikan diri untuk mengajukan diri dan menulis surat lamaran ini. Sebelumnya saya akan memperkenalkan diri, saya adalah seorang hamba TUHAN, saya pernah terlibat beberapa kegerakan anarki dan radikal, dalam aksi yang saya jalankan saya pernah menyebabkan keributan besar, saya pun pernah beberapa kali diajukan dalam pengadilan, walaupun akhirnya mereka tidak menemukan kesalahan pada diri saya. Saya terkenal keras dalam memimpin anak-anak rohani saya, walaupun saya jarang bertemu mereka. Sebagai catatan tambahan saya adalah seorang pelupa, bahkan saya sering lupa siapa saja yang pernah saya baptis.

Demikian surat lamaran saya, atas perhatian anda saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Saat itu langsung terjadi keributan besar di ruang rapat. Banyak suara yang menentang orang yang mengirim surat itu.

“Gila, bagaimana mungkin orang itu berani mengirim lamaran kepada kita, sedang dia mempunyai catatan buruk sebanyak itu!”

“Bayangkan, dia seorang residivis, beberapa kali masuk pengadilan, dan berbagai kekurangan lainnya”

Saat itu majelis yang membacakan surat itu memotong pembicaraan, dia berdiri ke arah ketua majelis dan memberikan surat itu kepada ketua majelis sambil sedikit berbisaik. Kemudian sang ketua majelis itu berdiri dan berkata.

“Saudara-saudara, saya memahami keberatan saudara, tapi tahukah saudara surat ini ditandatangai siapa?”

Anggota majelis yang lain pun saling berpandangan kebingungan satu sama lain, ketua majelis pun berbicara lagi

“ya, surat ini ditanda tangani oleh Rasul Paulus”

Seringkali kita melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan para majelis tersebut dalam memandang hamba TUHAN. Kita memberikan prejudice hanya karena apa yang kita lihat di depan mata kita. Seringkali kita menghakimi orang lain hanya berdasar pandangan obyektif kita dan dari cerita-cerita orang lain *yang sebenarnya juga tidak mengenal dengan baik visi yang diemban hamba TUHAN tersebut*. Kita hanya memandang sebatas apa yang kita pahami, dimana pandangan tersebut seringkali dilandaskan pada pengetahuan kita dan pengalaman pelayanan kita yang sangatlah terbatas.

Dalam cerita di atas penghakiman sudah terjadi. Para majelis itu menghakimi orang yang mengirim surat itu tanpa lebih dahulu mencoba memahami pandangan-pandangannya dan kedekatannya dengan TUHAN. Para majelis itu hanya berpikir bahwa orang itu diajukan di pengadilan karena dia terlibat kejahatan. Mereka memandang orang itu adalah orang yang anarki dan radikal hanya karena aksi yang dijalankannya, bukan pada latar belakang aksi yang dilakukannya.

Tidak jarang, malah sangat sering dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan hal tersebut, jadi marilah kita instropeksi diri kita masing-masing, lihat dalam diri kita. bayangkan betapa malunya kita jika kita terlanjur memberi prejudice negatif pada seseorang, padahal orang yang sedang kita hakimi itu adalah orang yang dikasihi TUHAN…

Well…semoga dapat memberkati kita semua….TUHAN YESUS memebrkati…:)

- INTEGRITAS –

Pernah denger kata itu? Kalo di bahasa inggriskan jadi integrity…hahaha..sama ya..:p

Ok…gini…dalam hidup kekristenan kita seringkali jatuh dalam dosa…seringkali kita menjadi sangat lemah oleh daging kita padahal kita merasa bahwa kita sudah menjadi kuat karena kita tinggal dalam komunitas yang kuat dalam TUHAN, iya ga?

Karena hal itu juga kita seringkali bertanya ke diri kita sendiri ya…”kok bisa ya aku onani lagi?mabuk2 lagi? Padahal di belakangku banyak temen2ku yang selalu dukung aku dalam doa, dan selalu ingetin aku?”

Tenang aja, banyak kok orang yang ngalamin peristiwa yang sama. Justru disini aku pengin bicarain masalah itu…kenapa sih kita bisa kehilangan integritas kita terhadap hidup kekristenan kita?

Sebagai kata pembuka aku mo tekankan satu kata…

INTEGRITAS SESEORANG DIUJI KETIKA DIA KELUAR DARI KOMUNITASNYA DAN BERHADAPAN DENGAN DUNIANYA YANG LAMA.

Bener ga? Misal nih, kalo kita punya komunitas rohani yang kuat dan kita terus tinggal didalamnya pasti kan kita akan terus-terusan kuat, susah untuk dijatuhkan dan dibelokkan, soalnya kita punya teman2 dan saudara2 rohani yang selalu ingetin dan doain kita…ya apa ya? Pasti ya….

Tapi apa yang terjadi ketika kita keluar dari komunitas? Seringkali kita jadi susah berdiri tegak, jadi banyak toleransi yang kita ciptakan terhadap dosa. Bahkan nggak sedikit ketika kita pulang dari persekutuan, masuk ke kamar kos, langsung pikiran kita entah melayang kemana, mikirin hal2 yang “aneh” yang berlanjut ke hal2 yang “aneh2” juga…iya apa iya? Ga usah munafik :)

Nah itulah yang aku maksudkan sebagai ujian integritas. Kita diuji sedalam apa integritas kita dalam hidup kekristenan kita.

Nah dari situ baru lah kelihatan siapa yang kuat…belum pasti orang yang nampak punya wibawa tangguh dalam komunitas rohani itu punya integritas yang cantik dalam kekristenannya…:)…banyak pelayan2 dan hamba2 TUHAN yang ketika keluar selangkah dari komunitasnya langsung melupakan integritas yang seharusnya dia jaga.

Kenapa itu bisa terjadi? Matius 7 : 24-27 berbicara mengenai hal ini…disitu ditulis tentang 2 jenis rumah. Yang di bangun diatas batu dan yang dibangun di atas pasir. Nah seringkali kita menjadi orang yang membangun rumahnya diatas pasir, yang kemudian ketika menghadapi banjir kita akan menjadi hancur.

Well…gimana sih caranya biar jadi orang yang membangun rumahnya diatas batu?

Batu disini adalah firman dan kehendak ALLAH, membangun rumah di atas batu adalah membangun hidup di dalam firman ALLAH dan hidup atas kehendak TUHAN. Dengan kata lain kita benar2 melibatkan diri dan hidup masuk dalam rencana yang TUHAN ciptakan dalam hidup kita.

“Tapi aku udah selalu berusaha hidup sesuai firman Tuhan!”

Ya…ok…aku tau itu…tapi apa kamu selalu hidup sesuai rencananya?100% melibatkan diri dan berusaha tenggelam dalam kehendak TUHAN? Itulah yang selalu bikin kita lemah, karena kita berjalan di luar itu.

Gimana caranya biar kita bisa hidup dalam kehendak TUHAN?

Gampang2 susah sih….kita harus belajar mengingkari diri kita, jadiin TUHAN itu BOSS kita, bener2 jadiin dia pimpinan dalam perusahaan hidup kita…itu caranya…

“aku udah berusaha gitu, tapi tetep aja, gimana ya?”

Hmm….cobaan itu ada beberapa jenis…yaitu….yang berbentuk daging, kaya’ nafsu seks, pikiran2 kotor, pengin mukulin orang, dsb ; lalu ada yang mengarah ke jiwa, seperti keputusasaan, kesepian, dan ditinggalkan ; lalu ada satu lagi cobaan yang jenisnya pake setan2an dan sebagainya…

Nah dalam menghadapi tiga jenis cobaan itu ada3 cara juga yang berbeda.

Untuk yang jenis pertama yang bisa dilakukan adalah lari, pergi dari tempat dimana kamu berdiri, dan cari teman, untuk jenis yang kedua caranya adalah ingat kasih setia TUHAN dalam hidupmu, ingat gimana TUHAN sudah temenin kamu hadapin setiap masalahmu ; trus untuk yang ketiga tengking dalam nama YESUS…:)

Inget…jangan dibalik2, ga mempan lho….

OK…itu tadi sedikit tips untuk selalu jaga integritas kita dalam TUHAN…

Dan untuk penutup…

Ingat…..DOSA ADALAH DOSA, DOSA BUKAN HANYA SEKEDAR MASALAH….kalo kita ngadepin masalah pasti besok2 kita akan melakukan langkah2 antisipasi supaya tidak masuk dalam masalah, kita akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak terlibat dalam suatu masalah, tapi dosa lain, soalnya yang namanya dosa itu enak…iya apa iya? Siapa bilang mabuk minuman, drgs, dsb ga enak, siapa bilang seks itu ga enak, siapa bilang nyuri itu ga enak…enak semua….jadi….dosa itu bukan masalah…masalah itu emang buntutnya dosa tapi tetep aja DOSA ITU BUKAN MASALAH

Coba tanamkan paradigma ini dalam diri kita semua….dan semoga kita bisa terus berkembang lebih baik….

Ok…cukup sampe sgini dulu…semoga bisa memberkati kita semua…HALELUYA….

Banyak orang yang menganggap disembuhkan dan dipulihkan adalah hal yang sama, padahal sebetulnya mereka adalah dua hal yang berbeda. Seringkali dalam menghadapi suatu hal yang menyakitkan, kita sebagai manusia akan mengambil langkah menutup diri pada hal2 serupa yang akan muncul di depan kita. Wajar, karena hal2 yang menyakitkan itu akan menjadi suatu hal yang traumatis, yang mana hal2 tersebut akan selalu dihindari bahkan dilawan oleh individu yang bersangkutan.

Sedikit kesaksian, aku besar di keluarga broken home, sejak kecil aku ga pernah ngrasain bisa manja2 dengan orang tuaku, aku tinggal bersama ayah dan adiku. Ayahku adalah seorang yang otoriter, dalam banyak hal, beliau sering memaksakankehendaknya yang seringkali adalah hal yang didasarkan pada kepentingan dirinya sendiri. Banyak pengalaman pahit yang menyebabkan aku merasa sakit hati dan pada akhirnya menjaga jarak pada segala hal yang berhubungan dengan ayahku. Bahkan aku cenderung membenci ayahku, aku tumbuh besar dengan cita2 akan membalas sakit hatiku kepada beliau. Cara yang paling gampang adalah dengan meninggalkannya ketika aku sudah mampu hidup sendiri.

Beberapa tahun berlalu, usiaku mencapai 19 tahun, aku masuk dan aktif dalam sebuah organisasi pelayanan, disitu aku mulai belajar lebih mengenal Tuhan. Banyak pembelajaran tentang karakter Kristus yang aku pelajari dan aku coba untuk terapkan dalam kehidupan keseharianku.

Dari situ aku belajar bahwa mengampuni adalah salah satu bagian dari hidup kekristenan. Didasarkan pada hal itu aku belajar untuk memaafkan ayahku dan ibuku yang bagiku mereka adalah orang2 yang bertanggung jawab atas masa kecilku yang hilang.butuh waktu yang tidak sebentar untuk belajar mengampuni mereka.

Beberapa waktu kemudian aku berhasil menata hatiku dan mengambil keputusan untuk mengampuni mereka. Dari situ aku merasa sedikit lega karena bisa mengampuni kedua orang tuaku. Tapi setelah aku mengambil keputusan itu dan *merasa* berdamai dengan masalahku itu aku menghadapi suatu masalah baru. Pada waktu itu aku merasa bahwa itu bukanlah sebuah masalah dan merupakan suatu hal yang wajar. Yaitu tindakan menjauhi kontak dengan orang tuaku untuk menghindari sakit hati yang mungkin akan muncul jika aku melakukan komunikasi dengan orang tuaku.

Pada waktu itu aku merasa bahwa aku sudah dipulihkan oleh Tuhan. Aku menganggap bahwa kondisi aku sudah mampu untuk memilih untuk memaafkan orang tuaku itu adalah suatu pemulihan, tapi ternyata dugaanku salah. Kondisiku mengambil keputusan untuk mengampuni kedua orang tuaku itu adalah hanya tahap penyembuhan luka, luka dan akar pahitku disembuhkan dan ditutup, tapi belum dipulihkan, bekas2 masih ada dalam diriku yang membuat aku tidak mampu untuk melakukan hubungan komunikasi yang baik dengan orang tuaku karena adanya rasa takut tersakiti lagi.

Nah disini kita bisa melihat perbedaan antara disembuhkan dan dipulihkan. Disembuhkan hanya sampai pada penutupan luka, sedangkan pemulihan adalah proses yang lebih dalam lagi. Bahwa bekas2 luka kita akan dihilangkan kondisi kita akan kembali sama seperti sebelum kita terluka.

Nah pemulihan ini terjadi pada diriku beberapa tahun kemudian, ketika aku dengan orang tuaku berbicara sebagai sesama umat dan aku mengutarakan keberatanku selama ini sebagai seorang anak kepada mereka. Karena aku sangat percaya bahwa “KETERBUKAAN ADALAH AWAL DARI PEMULIHAN”. Tapi ada satu hal yang harus ditekankan dalam “keterbukaan” itu, bahwa kita melakukannya dilandasi bukan dengan keinginan merendahkan, menyalahkan, ataupun menekan, dan hanya dilandasi keinginan untuk saling membangun sebagai sesama umat Kristus, dan jangan lupa serahkan segala hal yang akan terjadi kepada TUHAN. Mulai dari titik itulah kehidupan komunikasiku dengan kedua orang tuaku berubah drastis, aku sudah tidak lagi ada perasaan menutup diri, berhati2 dalam berkomunikasi dan sebagainya.

Disinilah baru terjadi pemulihan. Ketika aku benar2 sudah disembuhkan dan kondisiku dikembalikan sama seperti sebelum aku terluka.

Well…semoga ini dapat memberi suatu pandangan baru tentang pemulihan untuk kita semua….akhir kata, ada janji TUHAN tentang pemulihan

“Maka apabila segala hal ini berlaku atasmu, yakni berkat dan kutuk yang telah kuperhadapkan kepadamu itu, dan engkau menjadi sadar dalam hatimu di tengah-tengah segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, menghalau engkau, dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sanapun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sanapun Ia akan mengambil engkau…” (Ulangan 30:1-4)

Semoga kesaksianku ini bisa memberkati kita semua. Tuhan Yesus memberkati

- SOMBONG ROHANI -

Pernah ngalamin yang namanya sombong rohani ga?

Sombong rohani tu suatu perasaan yang merasa bahwa diri kita mempunyai kualitas rohani yang lebih baik dari orang lain padahal belum mengenal baik orang itu dan belum mengerti pandangan dan idealisme2 yang dimiliki orang itu. Seringkali juga sombong rohani ini muncul dalam bentuk kita merasa bahwa organisasi rohani (pelayanan) yang kita ikuti dan lakukan adalah organisasi roani/pelayanan yang paling baik *berbeda dengan “lebih baik”* dan kita punya pandangan bahwa jika orang yang belum ikut organisasi yang sama dengan kita adalah orang yang berdosa yang layak dipandang rendah dan dimusuhi. Bahkan hal itu terjadi hanya karena alasan yang jauh lebih sederhana, hanya karna orang lain punya cara yang berbeda dalam pelayanan yang dilakukannya.

Jadi pernahkah saudara mengalami hal itu?

Jujur aku sendiri pernah ngalamin hal itu. Itu waktu awal ketika aku melayani TUHAN, aku tergabung dalam sebuah komunitas pelayanan yang bernama GVA (God’s Victory Army).

Sedikit cerita tentang GVA. Dulu di Jogja ada satu komunitas anak muda yang rindu untuk melayani TUHAN secara lintas denominasi.sehingga muncul satu *bisa disebut sebagai pionir* organisasi pelayanan yang besar yang disebut JPBVK (Jaringan Pelayanan Bersama Visi Kesatuan). JPBVK tersebut mempunyai divisi pelayanan keluar yang disebut KASAL (Kawan Sekerja Allah), dan sebuah persekutuan yang bernama BSK (Bapa Satukan Kami), lalu dari situ ada beberapa anak muda yang bertemu dan rindu melayani di bidang music, maka mereka berkumpul dan membentuk satu komunitas pelayanan yang bernama GVA.

Saat ini JPBVK, KASAL, BSK dan GVA sudah tidak ada lagi, karena orang-orang didalamnya sudah tersebar dan melayani di komunitasnya sendiri.

OK…kembali ke permasalahan awal. Aku sewaktu tergabung dalam GVA, karena aku merasa diriku sudah kudus (aku sudah mengalami baptisan Roh Kudus), aku memandang orang lain adalah orang2 yang diluar Tuhan. Bahkan teman2 grejaku yang notabene juga melayani. Dalam pandanganku mereka adalah orang2 yang mempunyai derajat dibawahku, bahkan kadang aku merasa jijik jika berada di sekeliling mereka, sikapku terhadap mereka cenderung memusuhi, hanya karena mereka masih merokok, minum bicara kotor dan sebagainya.

Skali lagi…pernah mengalami yang seperti itu?

Kalo pernah dan bahkan kalo sedang mengalami aku sarankan

UBAH CARA PANDANGMU SAAT INI JUGA

Kenapa? Karena itu adalah cara pandang yang sangat salah….kenapa?

Apa pernah YESUS mengajarkan kita untuk memandang rendah orang? Apa YESUS pernah mengajarkan kita membenci orang? Hanya karena kita merasa rekan kita pelayanan berpakaian tidak seperti pengertian kita tentang standar berpakaian, bersikap diluar pengertian kita tentang standar bersikap? HANYA KARENA KITA MERASA DIRI KITA LEBIH BAIK DALAM HAL ROHANI?

Bullshit *maaf*…saya yakin dan sangat yakin bahwa YESUS tidak pernah mengajarkan hal seperi itu.

YESUS mengajarkan kita untuk membenci perbuatan mereka bukan kepada orangnya, dan YESUS justru sebaliknya, membenci orang2 yang dengan berlindung kepada teologianya untuk memandang rendah orang lain dan meninggikan dirinya sendiri (inget orang farisi, saduki, dan ahli2 taurat lainnya?)

Bahkan bagaimana jika yang terjadi adalah orang2 yang dipandang rendah itu, yang pakaian, tindakan, perbuatan, dan perkataannya tidak sesuai dengan pengertian kita dan teologia kita itu justru dipakai TUHAN dengan lebih dahsyat, bias membawa jiwa jauh lebih banyak ke hadapan TUHAN? Bagaimana jika ketika kita membencinya, suatu saat dia menemukan KRISTUS? Bukankah kita sendiri nanti yang akan ditanya oleh TUHAN diminta untuk mempertangungjawabkan jiwanya yang sudah kita benci itu (karena kita bertanggung jawab atas semua jiwa yang pernah kita kenal)

Dan yang lebih parah, bagaimana jika, karena kita membencinya dan menjauhinya dia tidak pernah bias bertobat karena memiliki kekecewaan terhdap pelayan TUHAN, dan kemudian dia punya kekecewaan terhadap TUHAN, dan akhirnya dia menjadi seorang pribadi yang memusuhi TUHAN dan umatnya? Bukankah kita nanti yang akan diminta pertanggungan jawab oleh TUHAN atas satu jiwa itu?

Lagipula bukankah itu inti dari pelayanan? Membawa iwa2 yang belum kenal TUHAN kepada TUHAN…bagaimana mereka bias mengenal TUHAN dan ajaranNYA kalo kita aja membenci mereka dan menjahi mereka…skali lagi yang perlu kita benci dan jauhi hanyalah perbuatannya, tindakannya, dosanya, bukan orangnya.

well…dan lagi sebetulnya kita dulu juga adalah orang yang ga jauh bead dari mereka…iya kan? :)

So…c’mon, instropeksi diri lah mulai dari sekarang…

Liat ke dalam dirimu, kalo kamu masih temuin perasaan seperti itu dalam dirimu, buang jauh2 berubahlah…

Sorry aku bisa share seperti ini karena aku pernah mengalaminya, dan aku puji TUHAN sudah bisa mengatasinya.

Well…smoga bisa memberkati kita semua…HALLELUYA

- GOSIP -

Berbicara mengenai gosip…well…udah pasti ya bahwa kita semua pasti udah pernah ngegosip…apa se arti dari gosip itu?

Yupe…bener ngomongin kejelekan orang lain di belakang orangnya…

kalo ngomongin kebaikan orang lain termasuk ga ya?

well…kalo enurutku se tentu saja nggak…itu namanya memuji, menyanjung, n mengiklankan…jadi menurutku yang namanya nggosip tu cuman terbatas pada membicarakan kejelekan orang lain dengan tanpa tujuan *tujuannya ya cuman sekedar menjelekan orang lain n menyebarkan kejelekannya itu, dalam teori psikologi itu termasuk agresivitas verbal tidak langsung J*

Apakah setiap kali membicarakan kejelekan orang itu berarti kita nggosip?

Sekali lagi menurutku se “GAK” knapa?soalnya kalo menurtku batasan gosip adalah seperti disebut diatas itu tadi membicarakan kejelekan orang lain dengan tujuan hanya sekedar memberitakan kejelakannya dengan harapan orang lain jadi ikut juga berpikir negatif tentang orang itu…mempengaruhi pikiran orang lain untuk ikut berpikiran buruk tentang orang itu…itu yang bikin gosip itu menjadi dosa, soalnya kita jadi bikin orang lain untuk ikut membenci *setidaknya berpikiran buruk* pada seseorang, n membenci berarti membunuh…ya kan? J

Emang ada ya ngomongin orang lain tapi bukan nggosip?

Menurutku….jelas ada…nggosip kan cuman sebatas pada membicarakan…tidak sampai taraf reflektif, dimana kita juga dituntut untuk menegur saudara kita…apa kata alkitab?tegurlah saudaramu yang melakukan kesalahan tapi lakukanlah empat mata kan *salah2 dikit se, tapi itu intinya*…tapi itu ada kelanjutannya kan?kalo ga berhasil, tegurlah dia dengan membawa rekan n dilanjutkan lagi kalo tetep ga bisa ya tegurlah dia didepan forum…nah gimana bisa tegur dia bersama rekan kita kalo rekan kita ga tau apa yang terjadi mestinya kita juga harus pastikan bahwa dia juga terlibat dalam masalah itu kan n kita juga harus pastikan dia punya solusi positif pada masalah yang sama kan?nah cara satu2nya adalah dengan mengajak dia sharing dengan kita tentang seseorang yang akan kita tegur…ya kan?so…apa itu nggosip?

Bukan se…trus…ada yang laen lagi ga?

Ada…itu terjadi pada proses mediasi n pada proses konseling…

Loh kok bisa?

Ya jelas bisa lah…gini….yang terjadi dalam proses mediasi adalah ketika seseorang di curhatin tentang sesuatu yang membuat seseorang pahit terhadap orang lain…nah…udah jelas kan…kita sebagai gereja harus saling menjaga persaudaraan kita…nah dalam proses mediasi ini kita harus mencari info sedalam mungkin untuk menjaga pandangan kita tetap obyektif dan tidak memandang pihak yang curhat tadi sebagai satu2nya pihak yang benar. Nah otomatis kan kita bakal ngomong dengan banyak orang tentang orang yang jadi target mediasi kan? Baik pihak obyek maupun pihak subyek…ya ga?

Yang kedua, masalah konseling….dalam proses konseling, apalagi konseling keluarga ya…kita dalam menentukan langkah apa yang perlu kita ambil, sangat diperlukan informasi yang benar2 akurat tentang sang konseli, untuk itu kita ga bisa hanya mengumpulkan informasi dari sang subyek, soalnya ntar sifatnya bakal sangatlah subyektif, apalagi dibumbui sama yang namanya defense mechanism J…jadi kita perlu untuk berbicara dengan orang2 terdekatnya…nah itu kan artinya kita bakal juga berbicara banyak hal tentang orang laen juga kan?tapi disini harus dipastikan, orang2 yang kita ajak bicara punya tujuan positif pada sang konseli…n knapa ini aku bilang ga bisa disebut gosip *mediasi n konseling*? Soalnya dalam kedua proses ini kita nantinya akan berbicara dengan si obyek pembicaraan untuk akhirnya memberikan dia satu pandangan untuk memperbaiki dirinya…membuat dia lebih baek…satu oarng menjadi lebih baek greja juga akan jadi lebih baek J

Ada satu lagi pembicaraan mengenai orang lain yang menurutku ga bisa dimasukan dalam kategori gosip…yaitu ketika kita membicarakan orang lain *kejelekannya* untuk menentukan sikap kita di kemudian hari terhadap dia, hal ini jadi ga masuk dalam kategori gosip ketika orang2 yang membicarakannya ikut terlibat dalam masalah yang terjadi…la gimana bisa disebut gosip…la yang dibicarain tu masalah dirinya n masalah orang yang lagi diajak ngomong itu kok *walaupun ada satu nama ketiga* tapi kan tetep aja masalah itu melibatkan dua orang yang sedang membicarakan orang lain itu…jadi menurutku itu malah bukan masuk dalam pembicaraan mengenai orang lain, tapi udah masuk dalam membicarakan masalah diri sendiri *yang terkait dengan orang lain n orang yang diajak bicara itu*…

Well…itu semua masih menurutku se…aku perlu masukan juga buat bikin pandangan2ku lebih baek lagi…

Semoga bisa memberkati kita semua…Tuhan Yesus memberkati…J

KEMULIAAN BAGI TUHAN ALLAH KITA YANG MAHA BESAR…AMEN

- ALI BIN ABU THOLIB -

Ali bin Abu Tholib pernah bikin sebuah kata2 mutiara yang sampe sekarang masih sering kedengaran…

Sayangilah orang yang kau cintai, tapi secukupnya saja, karena mungkin besok dia akan jadi musuhmu, dan jika itu terjadi, bencilah terhadap musuhmu itu tetapi janganlah berlebihan membencinya, karena mungkin esok lusa dia akan menjadi kekasihmu…

Kedengarannya keren ya…tapi aku mau tawarin satu kata2 mutiara lagi ni…

Kasihilah orang yang kau cintai…kasihilah dia dan hanya kasihilah dia, sekalipun besok dia menjadi musuhmu tetap kasihilah dia, sekalipun dia membencimu tetap kasihilah dia…sama seperti TUHAN yang sudah mengasihi kita bahkan ketika kita memusuhi dan membenciNYA…

Kira2 keren yang mana?

Well…kalo aku subyektif se aku jauh lebih suka ma yang punyaanku…

Ali…membuat pernyataan seperti itu agar supaya dalam melakukan sesuatu *membenci n mencintai* secukupnya saja…well…kalo ikut cara dunia se…emang mengasihi seorang kekasih sebaiknya sekedarnya saja, mengingat besok2 kalo dia tinggalin kita itu bakal jadi sakit banget kan?apalagi kalo dia besok jadi musuh kita…rasanya pasti kaya’ ditusuk2 kan? J…tapi kalo di ajarannya Ali bin Abu Tholib itu, ketika seseorang itu menjadi musuh kita kita harus membencinya tapi dengan sekadarnya soalnya sapa tau lusa dia jadi kekasih kita…yang aku pertanyakan disini tu…gimana lusa dia bisa jadi kekasih kita?la ini aja kita udah membencinya…kalo benci ma orang kan pasti kita akan menunjukkan sikap permusuhan, n pasti sikap kita ga akan bisa positif *pasti negatif* kan?jadi gimana orang mau jadi kekasih kalo sikap yang ditunjukkan udah negatif duluan?

Ada satu renungan…bayangin…waktu kita kecil dulu…kita sayang banget ma TUHAN kan?kita jadi kekasihnya TUHAN…kita deket banget n TUHAN sayang banget ma kita…selang beberapa tahun kita jadi remaja…banyak pikiran2 n nilai2 baru yang masuk dalam kepala kita, kita jadi cenderung berpikir bisa nglakuin semuanya sendirian, bahkan tanpa TUHAN, bahkan ga sedikit yang karena pengalaman hidup selama masa perkembangan tadi ada orang yang lalu memusuhi TUHAN, membuat jarak dengan TUHAN, membunyikan sangkakala terhadap TUHAN…tapi apa yang TUHAN lakuin?TUHAN tetep sayang banget ma kita…dia kirimin teman2 yang bisa dukung kita *sadar atau ga sadar pasti itu terjadi* yah…seringkali waktu itu kita tolak orang2 yang seperti itu…tapi…TUHAN tetep sayang ma kita…

Nah karena sayangnya TUHAN ma aku yang seperti itu lho…akhirnya aku sendiri *ini sedikit share pribadi* jadi bisa memutuskan untuk balik ma TUHAN n tetep intim ma TUHAN…layani DIA dengan seluruh hidupku…

Coba bayangin kalo TUHAN itu bersikap kaya yang Ali bin Ab Tholi bilang tadi…wah…bisa kacau ni dunia…bayangin setelah kita tinggalin TUHAN, TUHAN jadi selalu bersikap negatif ma kita…gila…apa malah ga tambah lari dari TUHAN?

Well…buat temen2 yang saat ini ngerasa TUHAN ga adil buat kamu…ubah deh cara pandangmu…TUHAN tetep adil kkok…coba deh liat kiri kananmu…pasti sebetulnya *entah kamu sadar atau ga* pasti TUHAN udah siapin temen2 buat kamu yang bisa nguatin kamu…yang bisa topang kamu dalam TUHAN n dalam segala hal yang kamu butuhin…kalo misal kamu belum bisa ngrasa n sadarin akan teman2 yang seperti itu disekitarmu…sekarang juga coba deh kamu berlutut minta sama TUHAN temen yang bisa selalu dukung kamu…

Semoga bisa berkati kita semua…

Tetep jaga kesatuan hati…UNTUK KEMULIAAN TUHAN YANG MELEBIHI SEGALANYA…HALLELUYA…

AMEN…

Protected: - TEMAN??? -

This post is password protected. To view it please enter your password below:


- MALAIKAT DI RUMAHMU -

 

Suatu hari seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana cara aku hidup disana, aku begitu kecil dan lemah?”

Tuhan menjawab, “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu.”

Tapi disini, didalam surga, apa yang kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagiku untuk berbahagia.” “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia.”

Dan bagaimana aku bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika aku tidak mengerti bahasa mereka ?” “Malaikatmu akan berbicara padamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar ; dan dengan penuh kesabaran dan perhatian, dia akan mengajarkan padamu bagaimana cara kamu berbicara.”

Dan apa yang aku lakukan saat aku ingin berbicara kepadaMu ?” “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa.”

Aku dengar di bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungiku?”

Malaikatmu akan melindungimu, walaupun hal tersebut mungkin akan mengancam jiwanya.”

Tapi aku pasti akan merasa sedih karena tidak melihatMu lagi.” “Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali padaKu, walupun sesungguhnya Aku akan selalu berada disisimu.”

Saat itu surga begitu tenang sehingga suara dari bumi dapat terdengar jelas, sang anak bertanya perlahan, “Tuhan jika aku harus pergi sekarang bisakah Kamu memberitahuku nama malaikat tersebut?”

Kamu akan memanggil ,malaikatmu ……………” “IBU”

ingatlah selalu kasih sayang ibumu, berdoalah untuknya dan cintailah dia sepanjang masa.”

 

(Author : Anonym)

- BODOH -

Pernah denger  satu film horror Indonesia yang judulnya 12:00 A.M? ngrasa ada yang salah ga se?

Dasar orang2 Indonesia, kalo bkin sesuatu ga pernah sepenuh hati *padahal sendirinya juga org Indonesia J* perhatiin judulnya aja deh…dah salah kan? 12:00AM? Itu tu jam 12 siang…terang banget panas banget…masa ada setan keluar siang2? Ganti trend ya? Gila kalo udah mulai kaya gitu tu ntar salesman kosmetik bisa laris banget tu dibeli pelembab n sunblocknya ma setan2 yang pada mo keluar siang2 n panas2an getu…

Aku tu kadang sebel banget lho kalo liat film2 Indo yang kaya gini…yang mulai judul aja mereka dah salah tapi ga nyadar…penghitungan waktu model AM PM tu dihitung mulai dari 00 sampe 12…AM tu untuk pagi (mulai jam 00 malem mpe jam 12 siang) dan PM tu untuk sore (mulai dari jam 12 siang (00) sampe jam 24 (12) malem, ato dengan kata laen balik lagi ke jam 00 AM)…nah udah keliatan kan dimana salahnya? Konyol ga se? dan sebagian besar yang nonton tu ga pernah merhatiin hal yang kaya gitu n itu dibiarin kaya gitu aja….banyakan akan berpikir “ah yang penting masih tetep nyeremin”…hahaha J bodoh ya orang Indonesia tu?

Dulu ada satu lagu yang bener2 salah tapi orang2 Indonesia menerimanya sebagai sesuatu yang indah…pernah tau lirik ini belum…”tatap matamu bagai busur panah, yang kau lepaskan kejantung hatiku….”….nyadar ga dimana kesalahannya?

Busur panah tu adalah alat yang dikasih tali yang itu nanti dipakai untuk melepaskan anak panah menuju sasaran…nah disini ada pembiasan arti yang sangat berat…busur panah yang kau lepaskan ke jantung hatiku?…ugh pasti sakit banget ya dilempar galah pake tali yang biasanya juga cukup berat itu…hahaha *lol*…setelah itu sebagian besar orang Indonesia akan membiarkannya dan berpikir “ah yang penting tetep keren kok lagu n iramanya, kan keliatan romantis gitu”

Hshahahahahahahahaha :D…Fiuh…emang terkadang kita sebagai orang Indonesia melakukan hal2 yang seperti itu ya…dan tanpa sadar kita dah diboongin ma industri film bahkan musik di negara kita sendiri…lagu yang ga ada mutunya asal musiknya bagus kita akan suka *kaya lagunya mulan yang jangan kau tusuk aku dari belakang itu - jijik*…keliatan banget ya orang Indonesia tu bodoh2…lama2 aku sendiri jadi malu sama negaraku ini…apresiasi atas seni mereka kurang…

Kacau ga se???????????!!!!!!???????

- JADI GIMANA???!!?? -

Sore tadi beberapa orang teman maen kerumah…ada satu yang barusan pulang dari Kalimantan *aku ga boleh sebut merk disini*, ya…dia tu kerja di kejaksaan negri di Samarinda *kalo ga salah*…jadi tadi obrolan kami langsung terkait dengan bidang hukum dan pemerintahan…dan berhubung bapakku *yang notabene pegawai negri* langsung ikutan gabung dan obrolan kami un meluas sampe ke kalangan pegawai2 negri :)

Di awal pembicaraan se terdengar agak asik…tapi lama kelamaan kupingku gerah sendiri ne…yah, gimana ya…obrolan mereka lama2 beralih ke praktek korupsi yang terjadi di kalangan pegawai pemrintah *PNS lah yaw*…tapi yang bikin kupingku panas tu karena dalam obrolan mreka, mereka tu *temen2 n bapakku* ngobrolin hal itu seakan2 itu adalah hal yang hebat…padahal mereka semua aktif lho di greja, bahkan temen2ku n bapakku ini juga punya pelayanan masing2…tapi kenapa se mereka malah seakan2 menyanjung tinggi praktek korupsi itu sebagai salah satu terobosan hebat cara mencari uang…

salah satu contohnya adalah ketika temanku bercerita tentang praktek korupsi petugas kejaksaan yang menerima suap dari para pencuri kayu (dulu) dan para pencuri batu bara (sekarang ini) ditanggapi dengan decakan kagum yang laennya,…huh…jadi kepikiran beberapa orang teman dekatku…terutama temenku yang dulu waktu SMA dia terkenal sebagai aktifis di sekolahan, sering ikut demo “hapus KKN”, tapi apa saat ini idealismenya dia masih ya?apa bener dia bersih dari praktek KKN?

ada lagi temenku yang mo jadi caleg…aku juga jadi mikirin dia, well, soalnya aku jg tau se dia aktif di greja, dan seharusnya kalo aktif di greja dia punya dunk idealismenya Yesus…tapi apa bener ya besok kalo dia udah duduk di kursi dewan dia bakal tetep mempertahankan idealisme Kristusnya itu?mengingat praktek kaya gitu tu ngeri banget kalo dah sampe di gedung dewan :(

 

well…banyak orang yang bilang “kalo ga korupsi susah hidup, lagian sekarang ne semua orang korupsi kok walopun cuman duit 5rb perak, sudahlah…”…tapi apa bener se kita harus ikut arus yang jelek itu…emang susah banget se ya…coba deh bayangin sekalipun cuman 5rb tapi tetep aja korupsi, kata laennya dalam idealisme Tuhan tu mencuri…

temenku sempet cerita, sebelum dia berangkat ke Kalimantan ibunya sempet pesen “kamu jangan terlalu banyak lho makan duit hasil keringat n tangisannya rakyat!!”…nah brarti orang tuanya pun menghalalkan korupsi kepada anaknya *ajarannya gimana se?bisa jadi imam yang baik ga se?*

sebel juga se dengernya…

eh tapi sori…ni baru opini pribadi…

jadi menurut kalian gimana se masalah yang aku angkat ini?

Older Posts »